Kemandirian Berpikir Matematis Mahasiswa Calon Guru: Hambatan pada Materi Kombinatorik

Syafdi Maizora, Didi Suryadi, Dadang Juandi, Dadan Dasari

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan belajar dalam kemandirian berpikir matematis pada mahasiswa calon guru matematika di Universitas Bengkulu pada materi kombinatorik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dalam kerangka Didactical Design Research (DDR) yang melibatkan 27 mahasiswa angkatan 2022. Data dikumpulkan melalui tes kemandirian berpikir matematis, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa mahasiswa mengalami hambatan pada setiap level kemandirian berpikir matematis: (1) cenderung hanya berfokus pada informasi numerik dan mengabaikan informasi verbal krusial; (2) tidak mampu merumuskan tujuan dan langkah penyelesaian secara terstruktur; (3) gagal menemukan informasi implisit yang menjadi kunci model matematika; (4) salah memilih strategi akibat pemahaman konsep kombinatorik yang bersifat hafalan; dan (5) tidak mampu mengembangkan strategi alternatif. Faktor penyebabnya meliputi aspek ontogenik, epistemologis, dan didaktis. Temuan ini memberikan landasan dasar bagi pengembangan desain didaktik yang mampu meningkatkan kemandirian berpikir matematis mahasiswa calon guru matematika

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Brousseau, G. (2002). Theory of didactical situations in mathematics (A. J. Bishop, Ed.; Vol. 19). Kluwer Academic Publishers.

BsY, B. (2010). Pengembangan kemandirian belajar berbasis nilai untuk meningkatkan komunikasi matematis. Jurnal Pendidikan Matematika Dan IPA, 1(1), 11--21.

Chen, J. (2020). Beyond information organization and evaluation: How can information scientists contribute to independent thinking? Data and Information Management, 4(3), 171--176.

Dewey, J. (1910). How we think. D.C. Heath & Co.

Harjati, J. K., Usodo, B., & Nurhasanah, F. (2025). Mathematics problem solving abilities of Indonesian school students in Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) based on Polya's theory in terms of the pragmatic philosophy. Social, Humanities, and Educational Studies, 8(4), 1--12.

Hejný, M. (2008). Scheme-oriented educational strategy in mathematics. In B. Maj, M. Pytlak, & E. Swoboda (Eds.), Supporting independent thinking through mathematical education (pp. 40--48). Wydawnictwo Uniwersytetu Rzeszowskiego.

Hidayati, Y. M., Sa'dijah, C., & Subanji, A. Q. (2019). Combinatorial thinking to solve the problems of combinatorics in selection type. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 18(2), 65--75.

Hoffmann, A. (2008). Is it possible to teach our pupils to think independently? Supporting Independent Thinking Through Mathematical Education, 34--37.

Kuswardi, Y., Usoda, B., Sutopo, Chrisnawati, H. E., & Nurhasanah, F. (2020). Kemampuan berpikir matematis tingkat lanjut berdasarkan tingkat kepercayaan diri mahasiswa pada pembelajaran matematika diskrit.

Littler, G. H., & Jirotkova, D. (2008). Primary school pupils' misconceptions in number. Supporting Independent Thinking Through Mathematical Education, 55--60.

Mamede, E. (2008). Focusing on children's early ideas of fractions. Supporting Independent Thinking Through Mathematical Education, 61--67.

Mason, J., Burton, L., & Stacey, K. (2010). Thinking mathematically. Pearson Education Limited.

Matitaputty, C., Nusantara, T., Hidayanto, E., & Sukoriyanto. (2022). Examining the pedagogical content knowledge of in-service mathematics teachers on the permutations and combinations in the context of student mistakes. Journal on Mathematics Education, 13(3), 393--414.

Milenia Fitriani, N., Nurcahyo, A., Tri Purnamasari, D., & Muhammadiyah Surakarta, U. (2024). Peningkatan kemandirian belajar matematika melalui strategi pembelajaran problem based learning. Jurnal Ilmiah WUNY, 6(2).

Nopriana, T., Asnawati, S., & Kania, N. (2025). Phenomenological hermeneutic study on the epistemological obstacles of high school students in solving combinatorics problems. Southeast Asia Mathematics Education Journal, 15(1).

Polya, G. (1973). How to solve it: A new aspect of mathematical method. Princeton University Press.

Ponte, D. J. P. (2008). Investigating mathematics: A challenge for students, teachers, and mathematics education researchers. Supporting Independent Thinking Through Mathematical Education, 122--137.

Rahayuningsih, S., & Octavianti, C. T. (2016). Analisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kombinatorik. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika.

Rapanca, D., Wibowo, T., & Sapti, M. (2020). Struktur berpikir kombinatorik siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), 6(1), 96--103.

Sternberg, R. J. (1997). Thinking styles. Cambridge University Press.

Sulastri, R., Suryadi, D., Prabawanto, S., & Cahya, E. (2022). Epistemological obstacles on limit and functions concepts: A phenomenological study in online learning. Mathematics Teaching Research Journal, 14(5).

Suryadi, D. (2013). Didactical design research (DDR) dalam pengembangan pembelajaran matematika. Rizqi Press.

Suryadi, D. (2019). Penelitian desain didaktis (DDR) dan implementasinya. GAPURA PRESS.

Tohir, M., Maswar, M., Moh, A., Saiful, S., & Rizki Pradita, D. A. (2020). Prospective teachers' expectations of students' mathematical thinking processes in solving problems. European Journal of Educational Research, 9(4), 1735--1748.

UNESCO. (1998). World Declaration on Higher Education for the Twenty-first Century: Vision and Action and Framework for Priority Action for Change and Development in Higher Education.

Xudaybergenova, E. K. (2021). The mechanism of independent thinking in students. "ONLINE-CONFERENCES" PLATFORM, 126--127.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.